"Tuhanku, para raja telah menutup pintunya, sedangkan pintu-Mu tetap terbuka untuk orang yang memohon. Tuhanku, bintang bintang telah tenggelam dan semua mata telah tertidur, sedangkan Engkau adalah Zat Yang Hidup kekal dan terus menerus mengurus mahluk, tidak mengantuk, dan tidak pula tidur. Tuhanku, ranjang ranjang telah digelar dan para pencinta telah menyepi dengan kekasihnya. Engkau adalah Kekasih orang yang mengerjakan tahajjud dan orang orang yang menyendiri dalam kesunyian. Tuhanku, jika Engkau menolak aku masuk di pintu-Mu, maka pada pintu siapa aku harus berlindung? Jika Engkau menghentikan pelayanan-Mu kepadaku, lalu pada siapa aku mengharapkan? Wahai Zat yang pengampunannya indah, jadikan aku merasakan manisnya ampunan-Mu. Jika aku tidak tepat mendapatkannya, maka sesungguhnya Engkaulah yang berhak mendapat ketakwaan dan memberikan ampunan."